Dalam rangka menanamkan nilai aqidah kepada anak, Bunda bisa mengadaptasi dari kisah Nabi Ibrahim. Sebab, Nabi Ibrahim merupakan suri tauladan dalam menegakkan nilai-nilai aqidah dengan tetap berlandasakan prinsip tauhid yang benar. Kisah Nabi Ibrahim telah banyak dijelaskan dalam Al-Qur'an. Dalam QS An Nahl ayat 120 disebutkan bahwa Nabi
Inilah hakekat peribahan kepada Allah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Intinya, hati yang bersih adalah hati yang selamat dari berbuat syirik kepada selain Allah dalam bentuk apa pun, bahkan ibadah hanya boleh untuk Allah semata, yaitu irodah (keinginan), cinta, tawakkal, inabah (kembali), tunduk, takut dan rasa harap hanya
Demikianlah sehingga mereka disebut hamba dinar, dirham dan seterusnya. Adapun orang yang beramal karena ingin mengharap wajah Allah semata, mereka itulah yang disebut hamba Allah (sejati). Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. — Artikel Buletin Jumat Rumaysho #22. Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal. Artikel Rumaysho.Com
Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya manusia hanya menggantungkan segala urusan dan harapan kepada Allah SWT. Ini sudah jelas tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Insyirah ayat 8. Allah berfirman, وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب. Artinya: "Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." Mengapa hanya boleh berharap
Kaedah Fikih (29): Siapa yang Melakukan Suatu Amal, Ia Berhak Mendapatkan Balasan. Siapa saja yang melakukan suatu amal, ia berhak mendapatkan balasan. Ini adalah salah satu kaedah/ kaidah fikih yang disampaikan oleh para ulama, di antaranya Syaikh As-Sa’di dalam bait syairnya. 1. Kaidah Fikih.
“Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang pun bersama Allah.” (QS. Al-Jin: 18) Barangsiapa yang memalingkan satu saja ibadah tersebut kepada selain Allah, maka dia seorang musyrik lagi kafir (batal keislamannya). Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Perkara-perkara tersebut hanya mengandung dua kemungkinan: jika ditujukan hanya untuk Allah Ta’ala, maka itulah tauhid. Namun jika ditujukan kepada selain Allah Ta’ala, itulah kemusyrikan. Lanjut ke bagian 2: Ibadah Ghairu Mahdhah — @Rumah Lendah, 19 Rajab 1440/26 Maret 2019. Penulis: M. Saifudin Hakim Artikel: Muslim.or.id
Jangan berhenti berharap kepada Tuhan. Mazmur 12:7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Banyak orang berkata menanti adalah pekerjaan yang paling membosankan.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Tidak boleh hasad kecuali pada dua perkara: seseorang yang diberikan kepandaian Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membaca dan mengamalkannya pada malam dan siang hari, dan seseorang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya pada malam dan
Kaedah Memahami Syirik (2): Tawasul dan Meminta Syafa’at. Satu lagi kesyirikan yang dapat terjadi yaitu dalam masalah tawasul (mengambil perantara) dalam do’a kepada orang yang sudah mati dan meminta syafa’at pada selain Allah padahal sepenuhnya syafa’at diminta dari Allah. Syaikh Muhammad At Tamimi melanjutkan kaedah kedua dalam kitab
Sebagian ulama mengajurkan mengucapkan subhanallah ketika takjub, selain ucapan masya Allah. Beliau berkata, “Selama 67 tahun di Gunungkidul, kami merasa belum berbuat banyak dibanding dengan Darush Sholihin.”. Padahal kita tahu itu hanya ucapan tawadhu’ (rendah hati) beliau saja. Wa laa nuzakki ‘alallahi ahadan.
Setelah kita mengilmui sesuatu amalan–misalnya–, maka amalkanlah karena ilmu tiada guna jika tanpa amalan. Seseorang tidak dikatakan baik jika hanya berilmu sedangkan amalan tidak ada. Berilmulah setelah itu beramal. Amalan tanpa ilmu jadi sia-sia, ilmu tidak membuahkan amalan pun tidak menunjukkan kebaikan. Finished while adzan Maghrib in
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Hai anak Adam, sesungguhnya selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu setinggi langit
“Allah menganugerahkan hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah: 269) Ayat kedua:
Perenungan Beriman kepada Nama Allah Al-Khabiir. Pertama: Penetapan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu secara detail dan sampai mengetahui yang tersembunyi. Kedua: Allah mengetahui amalan hamba baik berupa perkataan maupun perbuatan, termasuk yang ada dalam batin berupa kebaikan dan kejelekan. Sebagaimana disebutkan dalam ayat,
MAL7.
berharap hanya kepada allah rumaysho