Bilaingin menjadikan artikel alamat orang pintar di cirebon sebagai bahan kliping atau makalah, di sini anda bisa mendownloadnya secara gratis. alamat orang pintar di cirebon adalah salah satu artikel yang paling banyak dicari dan diminati oleh banyak orang.
Sahamitu telah diberikan oleh seniman di daerah ini dengan memberikan suara yang tidak terprediksi sebelumnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa, penghulu yang telah dikukuhkan di Pulau Panjang ini dipilih secara aklamasi oleh semua peserta musenda waktu itu. Tiban, Kranji, dan Senimba. Begitu juga jaringan jalan dari Tiban ke Sungai
DariChinatown Station kami harus kembali ke Kranji Station, naik MRT jalur ungu arah Punggol Station lalu turun di Dhoby Ghaut untuk transit ke jalur merah arah Jurong East Station dan turun langsung di Kranji Station dengan tarif 3.5 SGD/orang. Sesampainya di Kranji Station kami langsung mencari bus Causwaylink ke Terminal Larkin, tarifnya 1.
SiPitung lahir di daerah Pengumben sebuah kampung di Rawabelong yang pada saat ini berada di sekitar lokasi Stasiun Kereta Api Palmerah. Ayahnya bernama Bang Piung dan ibunya bernama Mpok Pinah. Pitung menerima pendidikan di pesantren yang dipimpin oleh Haji Naipin (seorang pedagang kambing). Seperti yang dikisahkan dalam film Si Pitung (1970).
A *ngambil kuponnya. Diliat dan cuma bintang 3*. M: sayang sekali mas kurang beruntung, tapi mas berhak buat memilih dan membawa pulang barang yg ada di brosur ini secara gratis *nunjuk brosur yg gambarnya magicjar, dispenser, sama setrikaan*.
AlamatOrang Pintar di Samarinda - Situs ini akan menghubungkan anda dengan para paranormal, dukun, kyai dan orang pintar di indonesia. Melalui situs ini. Home; "Bermukimnya suku Banjar di daerah ini untuk pertama kali ialah pada waktu kerajaan Kutai Kertanegara tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Banjar."[6] Inilah yang melatarbelakangi
Sebelumberpergian, pastinya every traveller mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya sesuai kebutuhan ditempat berliburnya. Kali ini aku hanya ke Singapura dalam waktu yang lumayan singkat untuk berlibur di akhir pekan sekaligus mengisi libur hari raya Kuningan yaitu 3Days 2 Nights, .Yang ku bawa tentunya barang-barang yang sesuai dengan lamanya aku akan berlibur disana dan sesuai
Patrol- Karena kita orang jawa maka admin pun akan berusaha menulis pepatah jawa, yang mungkin sekarang sudah sangat jarang di dengar. Dari Perantauan Untuk Kampung Halaman #PatrolKretek - Rencana yang sudah pernah di publikasikan di group, saat ini sudah mulai ke tahap yang lebih matang lagi.
Kepadaorang-orang di perahu yang berteriak-teriak ketakutan, Kim Tae Gon mengeluarkan gambar Bunda Maria untuk menenangkan dan memberikan mereka semangat. Dia sendiripun saat itu sakit dan takut, tetapi itu tidak ditunjukkannya.Pada 12 Oktober 1845, Kim tiba di Nabawi, daerah Iksan, daerah barat daya bersama Uskup Ferreol dan Pastor Daveluy.
Mulaidari dinginnya fakultas yang menemani evaluasi panitia, panasnya Lapangan Pancasila mengiringi laga fishcup, lapangan badminton yang tiada lelah dihujam suttle kock, Asem kranji tempat berkolaborasi orang-orang berprestasi hingga sudut-sudut jalan yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
SR Kediri - Tim Densus 88 Antiteror, melakukan penangkapan terhadap terduga teroris berinisial DY (32), ketika sedang membeli pulsa di counter HP di Desa Tanju
Lihatprofil Jefri Simatupang di LinkedIn, komunitas profesional terbesar di dunia. Jefri mencantumkan 3 pekerjaan di profilnya. Lihat profil lengkapnya di LinkedIn dan temukan koneksi dan pekerjaan Jefri di perusahaan yang serupa.
Jikaanda Ingin Bisnis ang sustainable, market luas, bisnis yang terbilang abadi tanpa mengenal musim pasalnya di butuhkan setiap orang. Bagikan informasi tentang Rahasia Bisnis Eksis Di Era Revolusi Industri 4.0 kepada teman atau kerabat Anda. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai.
PelatihRANS Nusantara FC Rahmad Darmawan mengakui ada perbedaan materi pemain antara kedua tim. Baca juga: Bali United vs RANS Nusantara FC, Adu Cerdas Teco Lawan Pelatih Pintar. Perbedaan
Ciledugatau Tangerang terdengar banyak berita dan info-info seorang mbah paranormal yang sangat di kenal di media elektronik dan layar kaca. Info tentang banyaknya orang pintar ini sudah sangat merebak dan seperti jamur di tempat lembab termasuk di kota Tangerang Media cetak seperti majalah Misteri,Liberty atau Tabloid Posmo dan koran-koran lain nya menyebarkan virus tentang ahli-ahli dukun
hUvt. kranji Kranji, nama ini mengingatkan saya akan sebuah kawasan di sekitar Bekasi. Namun Kranji yang saya tuju kali ini terletak di sebelah utara pulau Singapura, atau tepatnya di daerah Woodland. Sebuah kawasan yang jarang dikunjungi wisatawan dari Indonesia yang lebih suka belanja di pusat kota. Dengan MRT Noth South Line saya menuju ke Kranji dan turun di Stasiun yang juga bernama Kranji. Lumayan jauh dari kawasan Orchard tempat saya menginap. Dari stasiun , saya keluar melalui Exit C dan kemudian menunggu bus 170 tujuan Queen Street. Tidak lama bus ini pun muncul dan hanya perlu 2 halte untuk sampai di halte Kranji War Memorial. Dari sini kita tinggal mengikuti penunjuk jalan yang bertuliskan “ Kranji Commonwealth War Cemetery”, di bawahnya ada terjemahan dalam aksara Mandarin, Jepang dan juga Bahasa Melayu “Pusara Kranji Bagi Askar-Askar Komanwel”. Di sebelahnya ada gambar simbol taman pemakaman ini berupa tiang-tiang yang ditutup dengan sayap dan di atasnya ada layar. Ternyata ini merupakan lambang angkatan darat berupa tiang, sayap untuk angkatan udara dan layar untuk angkatan laut. Dari sini saya harus berjalan lagi melalui jalan yang sepi sekitar 5 menit menuju ke gerbang makam. Siang itu sama sekali tidak pengunjung atau orang yang ziarah ke Kranji ini. Maklum yang dimakamkan disini kebanyakan tentara Commonwealth atau Persemakmuran yang terdiri dari orang UK, Australia, Kanada, India, Srilanka , Selandia Baru dan hanya sedikit yang berasal dari Malaya . Saya kemudian sampai di pintu gerbang yang sederhana namun berbentuk gapura warna batu semen polos tanpa hiasan dengan tinggi sekitar 4 meter. Suasana sepi kembali menyeruak, saya sempat melihat jam tangan saya, Pukul waktu Singapura. Langit Singapura sendiri tampak biru cerah dengan sedikit awan putih melindungi saya dari teriknya matahari. Di sebelah gerbang ada pagar tanaman dengan tulisan kuningan berwarna emas “State Cemetery”. Ternyata disini dimakamkan beberapa presiden Singapura yaitu Yusof Bin Ishak dan Benjamin Sheares. Yusof Bin Ishak sendiri adalaj presiden Singapura pertama yang wajahnya menghiasi lembaran Dollar Singapura. Sementara Benjamin Sheares adalah presiden kedua yang namanya dibadikan pada sebuah jembatan yang juga ada di lembaran uang 50 Dollar , Sekilas lokasi State Cemetery ini sangat asri dengan lapangan rumput hijau yang luas dan beberapa pepohonan. Maklum luasnya saja sekitar 2 akre. Saya terus berjalan dan berjumpa dengan sebuah prasasti peringatan Operasi Rimau, Judulnya In Memory of the Members of Operation Rimau”. Operasi Rimau sendiri terjadi pada September 1944 ketika 23 orang tentara persemakmuran ingin menyerang kapal Jepang di pelabuhan Singapura menggunakan sejenis kapal selam kecil. Pada operasi ini 13 orag tewas atau luka dan 10 diantara tertangkap dan kemudian dieksekusi mati oleh Jepang pada 7 Juli 1945. Pada prasasti ini tertulis dengan lengkap nama dan pangkat semua tentara tersebut. Pelajaran sejarah terutama sekitar Perang Dunia II berlanjut dengan sebuah prsasti yang berkisah tentang ringkasan penyerangan Jepang ke Singapura yang dimulai dengan serangan mendadak pada 8 Desember 1941. Kisah terus berlanjut dengan bagaimana Inggris beruasaha mati-matian untuk mempertahankan Singapura dan akhirnya harus jatuh ke dalam kekuasaan Jepang pada Februari 1942. Pada prasasti tersebut diceritakan secara kronologis kisah yang cukup lengkap. Pertempuran terakhir mempertahankan Singapura terjadi selama seminggu yaitu sejak 8 hingga 15 Februari 1942. Pertemupran ini merupakan kemenang Jepang yang gilang gemilang sekaligus kekalahan Inggris yang paling telak dalam sejarah. Saya terus berjalan menuju deretan makam yang berada di kontur tanah yang lebih tinggi. Sebelumnya ada sebuah tugu bertuliskan Kranji Heritage Trail dan Kranji War Memorial dengan sebuah angka 1. Disini tertulis sejarah singkat Kranji War Memorial dan sebuah QR yang kalau kita scan akan langsung menceritakan secara lengkap kisah dan sejarah pemakaman ini. Dulunya tempat ini merupakan gudang senjata dan juga tempat pemakaman bagi Woodland Military Hospital . Selain itu, juga pernah ada kamp tahanan perang pada zaman Jepang. Setelah perang usai, Kranji ditetapkan sebagai arena pemakaman bagi tentara persemakmuran dan banyak jenazah dipindahkan ke sini dari tempat lain di Singapura seperti Changi dan Buena Vista. Yang menarik adalah pernyataan bahwa yang dimakamkan disini bukan hanya tentara yang beragama Nasrani, melainkan mencakup hampir seluruh agama termasuk, Hindhu , Islam, Yahudi, Tao, Buddha, Konghucu, Jain, dan Shik. Saya mulai menaiki beberapa anak tangga dan kembali bertemu dengan tulisan pada dinding batu “ Kranji War Cemetery 1939-1945. Tahun Kranji, nama ini mengingatkan saya akan sebuah kawasan di sekitar Bekasi. Namun Kranji yang saya tuju kali ini terletak di sebelah utara pulau Singapura, atau tepatnya di daerah Woodland. Sebuah kawasan yang jarang dikunjungi wisatawan dari Indonesia yang lebih suka belanja di pusat kota. Dengan MRT Noth South Line saya menuju ke Kranji dan turun di Stasiun yang juga bernama Kranji. Lumayan jauh dari kawasan Orchard tempat saya menginap. Dari stasiun , saya keluar melalui Exit C dan kemudian menunggu bus 170 tujuan Queen Street. Tidak lama bus ini pun muncul dan hanya perlu 2 halte untuk sampai di halte Kranji War Memorial. Dari sini kita tinggal mengikuti penunjuk jalan yang bertuliskan “ Kranji Commonwealth War Cemetery”, di bawahnya ada terjemahan dalam aksara Mandarin, Jepang dan juga Bahasa Melayu “Pusara Kranji Bagi Askar-Askar Komanwel”. Di sebelahnya ada gambar simbol taman pemakaman ini berupa tiang-tiang yang ditutup dengan sayap dan di atasnya ada layar. Ternyata ini merupakan lambang angkatan darat berupa tiang, sayap untuk angkatan udara dan layar untuk angkatan laut. Dari sini saya harus berjalan lagi melalui jalan yang sepi sekitar 5 menit menuju ke gerbang makam. Siang itu sama sekali tidak pengunjung atau orang yang ziarah ke Kranji ini. Maklum yang dimakamkan disini kebanyakan tentara Commonwealth atau Persemakmuran yang terdiri dari orang UK, Australia, Kanada, India, Srilanka , Selandia Baru dan hanya sedikit yang berasal dari Malaya . Saya kemudian sampai di pintu gerbang yang sederhana namun berbentuk gapura warna batu semen polos tanpa hiasan dengan tinggi sekitar 4 meter. Suasana sepi kembali menyeruak, saya sempat melihat jam tangan saya, Pukul waktu Singapura. Langit Singapura sendiri tampak biru cerah dengan sedikit awan putih melindungi saya dari teriknya matahari. Di sebelah gerbang ada pagar tanaman dengan tulisan kuningan berwarna emas “State Cemetery”. Ternyata disini dimakamkan beberapa presiden Singapura yaitu Yusof Bin Ishak dan Benjamin Sheares. Yusof Bin Ishak sendiri adalaj presiden Singapura pertama yang wajahnya menghiasi lembaran Dollar Singapura. Sementara Benjamin Sheares adalah presiden kedua yang namanya dibadikan pada sebuah jembatan yang juga ada di lembaran uang 50 Dollar , Sekilas lokasi State Cemetery ini sangat asri dengan lapangan rumput hijau yang luas dan beberapa pepohonan. Maklum luasnya saja sekitar 2 akre. Saya terus berjalan dan berjumpa dengan sebuah prasasti peringatan Operasi Rimau, Judulnya In Memory of the Members of Operation Rimau”. Operasi Rimau sendiri terjadi pada September 1944 ketika 23 orang tentara persemakmuran ingin menyerang kapal Jepang di pelabuhan Singapura menggunakan sejenis kapal selam kecil. Pada operasi ini 13 orag tewas atau luka dan 10 diantara tertangkap dan kemudian dieksekusi mati oleh Jepang pada 7 Juli 1945. Pada prasasti ini tertulis dengan lengkap nama dan pangkat semua tentara tersebut. Pelajaran sejarah terutama sekitar Perang Dunia II berlanjut dengan sebuah prsasti yang berkisah tentang ringkasan penyerangan Jepang ke Singapura yang dimulai dengan serangan mendadak pada 8 Desember 1941. Kisah terus berlanjut dengan bagaimana Inggris beruasaha mati-matian untuk mempertahankan Singapura dan akhirnya harus jatuh ke dalam kekuasaan Jepang pada Februari 1942. Pada prasasti tersebut diceritakan secara kronologis kisah yang cukup lengkap. Pertempuran terakhir mempertahankan Singapura terjadi selama seminggu yaitu sejak 8 hingga 15 Februari 1942. Pertemupran ini merupakan kemenang Jepang yang gilang gemilang sekaligus kekalahan Inggris yang paling telak dalam sejarah. Saya terus berjalan menuju deretan makam yang berada di kontur tanah yang lebih tinggi. Sebelumnya ada sebuah tugu bertuliskan Kranji Heritage Trail dan Kranji War Memorial dengan sebuah angka 1. Disini tertulis sejarah singkat Kranji War Memorial dan sebuah QR yang kalau kita scan akan langsung menceritakan secara lengkap kisah dan sejarah pemakaman ini. Dulunya tempat ini merupakan gudang senjata dan juga tempat pemakaman bagi Woodland Military Hospital . Selain itu, juga pernah ada kamp tahanan perang pada zaman Jepang. Setelah perang usai, Kranji ditetapkan sebagai arena pemakaman bagi tentara persemakmuran dan banyak jenazah dipindahkan ke sini dari tempat lain di Singapura seperti Changi dan Buena Vista. Yang menarik adalah pernyataan bahwa yang dimakamkan disini bukan hanya tentara yang beragama Nasrani, melainkan mencakup hampir seluruh agama termasuk, Hindhu , Islam, Yahudi, Tao, Buddha, Konghucu, Jain, dan Shik. Saya mulai menaiki beberapa anak tangga dan kembali bertemu dengan tulisan pada dinding batu “ Kranji War Cemetery 1939-1945. Tahun ini memang menunjukan tahun dimana perang Dunia ke II berkecamuk baik di Eropa maupun kemudian di Asia Timur. Saya terus menapaki beberapa lagi anak tangga dan sampai ke sebuah altar. Altar ini berada persis di pintu masuk dengan pemandangan makam makam dan simbol pemakaman berupa tiang sayap dan layar di kejauhan. Ada sebuah prasasti kecil berisi keterangan mengenai altar ini “This stone is used for religious ceremonies Please do not sit or stand on it. Di bahwanya ada tulisan dalam Bahasa Mandarin dan juga dalam Bahasa Melayu “ Batu ini adalah digunakan untok upachara keugamaan Jangankah dudok atau berdiri di atasnya. Pada altar yang terbuat dari marmer ini juga tertulis dengan gagah “Their name liveth for evermore”. Saya terus mendaki dan sampai pada sebuah pelataran dengan motif lantai bergambar Pentagon dengan gambar bintang bersudut lima di dalamnya dengan warna kombinasi hitam putih dan emas. Di salah satu sudut dinding saya menemukan sebuah jendela kecil dengan logo salib dan bertuliskan Cemetery and Memorial Register. Nah disinilah kita bisa menemukan nama sekitar 4400 tentara persemakmuran yang dimakamkan di sini. Ternyata sekitar 800 di antaranya disebutkan sebagai tentara atau orang yang tidak dikenal. Sementara pada dindiing Memorial Hall yang besar juga ditorehkan nama 24 ribu tentara dari berbagai etnis, ras, dan agama yang tewas pada perang dunia II di Asia Timur dan Selatan. Ada sebuah kata pujian yang ditorehkan untuk mereka yaitu “They Died for All Free Men”. Kata-kata ini kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa seperti Hindi, Tamil, Cina, dan juga Melayu dalam huruf Jawi. Untuk sejenak saya merenung sambil memandang ke ribuan nisan yang ada di pemakaman ini. Tampak sangat serasi dan indah di tempat yang mulia. Mereka adalah orang-orang yang telah rela mati demi berjuang mempertahankan kerajaan Ingrris..Mereka berasal dari negri-negri yang jauh. Dan mereka harus beristirahat dengan tenang disini . Di sini di Kranji. Di Singapura Singapura, Mei 2014
Kranji, Singapurakota di Singapura / From Wikipedia, the free encyclopedia Kranji ialah nama daerah di Singapura, terletak sekitar 22 kilometer 15 mil di utara pusat kota. Artikel ini ialah tentang nama daerah di Singapura. Untuk pengertian lain, silakan lihat Kranji. Table info Nama... ▼ Nama InggrisKranji China克兰芝; PinyinKèlánzhī MelayuKranji Tamil=கிராஞ்சி
Asam Kranji Dialium indum, Pohon Peneduh Penuh Manfaat Nama populer Pohon Asam Keranji atau Asam Kranji, Dialium indum L dengan sinonim Dialium cochinchinense Asam Kranji yang enak dimakanNama Populer Pohon Asam Keranji, Asam Kranji, Asem Kranji, Asem KeranjiNama Latin Dialium indum LFamily Fabaceae, CaesalpiniaceaeOrigin - Daerah Asal Indonesia, Asia Tenggara, Malaysia, ThailandLetak Landscape Tanaman Pelindung, Tanaman Tepi JalanTipe Tanaman Hias Pohon Tanaman Pelindung, Tanaman Satwa dan Tanaman TamanPropagasi perbanyakan Stek, Biji dan cangkokMedia Tanam Tanah Kebun Perlakuan khusus Pemangkasan dan Pemupukan Mungkin anda sering melewati satu daerah di Bekasi yang namanya Kranji atau Keranji. Itu adalah nama salah satu spesies tanaman pohon peneduh yang banyak Asam Kranji, Dialium indumBanyak di tanam sebagai tanaman peneduh di tepi terlihat kokoh dan berbatang keras. Pemangkasan seringkali memotong batang utama hingga ketinggian 3 atau 4 meter tergantung kondisi Tanaman Asam Kranji yang kuat dan KokohPohon akan tampak seperti bonsai raksasa, berarti bukan bonsai donk he...he...he....Pilihan tanaman kali ini Asam Kranji alias Dialium indum karena kebetulan saat melintas di depan pemgolahan air bersih Kemang Pratama, di gerbangnya masih berdiri 2 pohon Asam Cina atau Ki Pranji dalam bahasa Asam Kranji Dialium indum LBeruntung saya bisa memfoto bunga, buah muda, buah tua dan bijinya yang siap Asam Kranji yang mencirikan FabaceaeBuahnya berasa asam mirip asam jawa atau Tamarin atau Tamarindus indica. Tapi kalau saya lebih suka Asam Jawa karena dagingnya lebih tebal dan lebih berasa meskipun Asam Kranji yang disebut Velvet Tamarind buahnya lebih lembut dan lebih manis sedikit. Daging buah mirip beludru yang menyelimuti biji itu bagian yang kita Asam Kranji lengkap dengan bungaSaya rasa, kebanyakan dari kita belum pernah memakan atau mencicip buah asam kranji ini, atau malah pernah makan buah ini tapi belum pernah tahu sekali sebelum ada buah apel impor, anggur impor, kelengkeng impor di beberapa tempat buah asam kranji dijual dalam kantong atau rangkaian kecil kecil sebagai jajanan anak anak. Sekarang mungkin kalaupun di jual, sudah tidak laku. Makin jarang orang yang suka asam, kebanyakan suka Asam KranjiSelain sebagai tanaman peneduh yang nyaman, meskipun tanaman ini daunnya mudah gugur dan sering menjadi sampah di halaman, ternyata tanaman ini juga banyak pertama jelas untuk dimakan buahnya untuk dinikmati dan mengobati sakit gusi dan sariawan, membantu meredakam nyeri haid bagi kaum Muda Asam KranjiDaunnya segenggam direbus dalam 4 gelas air untuk mengobati gangguan lambung, memperlancar kencing terutama untuk teman teman yang kalau kencing tidak tuntas, mengurangi tekanan darah sehingga mengurangi resiko jantung. Daun Asam Kranji yang sudah direbus, dapat mengintensifkan insulin dan membantu mengatur kadar gula dalam darah sehingga bermanfaat memgurangi kadar gula tubuh bagi penderita bagian tengah yang sudah terbuka penuh ditumbuk setengah halus dan dibalurkan pada luka supaya luka lebih cepat kali saya melihat Asam Kranji di hutan hutan Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan dan Buah Asam KranjiTanaman Asam Keranji famili Fabaceae ini tidak dibudidayakan secara intensif di Indonesia dan pembibitan lebih banyak dijual ke Real Kranji dibeberapa daerah memiliki juukan dan nama daerah masing dalam bahasa-bahasa di Nusantara Asam keranji atau Asam Kranji sebutan untuk Jawa, Asam Cina, Asam Kuranji, atau Ki Pranji sebutan dari orang Sunda, Parangi atau Ceuradieh untuk sebutan dari Bunga dan Bunga Asam KranjiSelamat beraktifitas, Salam Planter Forester.
Kirana jamah aku, jamahlah rindukuTak akan pernah usai cintaku padamuHanya kata yang lugas yang kini tersisaKuingin rasakan cinta... mendengarkan kembali Kirana karya Dewa 19 yang rilis pada 1997, imaji saya mengembara memaknai lirik lagu itu. Judulnya yang merupakan suatu nama, dan liriknya bercerita soal penderitaan yang dihadapinya dan kekasihnya, saya teringat akan romansa Panji Semirang. Legenda itu bertokoh Galuh Candrakirana yang hendak dijodohkan dengan cinta sejatinya, Raden Inu Kertapati. Keduanya saling jatuh cinta dan mendapat restu, terlebih orang tua mereka juga memiliki tujuan untuk menyatukan kerajaan mereka, Kediri dan Jenggala. Sayangya meski sudah dekat dengan pujaan hatinya sejak kecil, Candrakirana harus diusir oleh ayahnya dari kerajaan. Ia dirundung fitnah karena telah membunuh permaisuri yang sebenarnya adalah taktik licik saudarinya, Galuh Ajeng. Hilangnya Candrakirana membuat dilema Raden Inu Kertapati sebagai pangeran kerajaan, di satu sisi dia harus tetap menikah. Mempelai perempuannya akan digantikan dengan Galuh Ajeng supaya penyatuan kerajaan berlangsung. Namun hatinya terus berkata tidak dan lebih memilih berpetulang mencari Candrakirana hingga waktu yang lama. Baca Juga Di Balik Cerita Cinta dalam Tradisi Panji yang Selalu Berakhir Bahagia Sedangkan Galuh Candrakirana berkali-kali menyamar di antara masyarakat sebagai perampok bernama Panji Semirang, dan pelantun syair dengan nama Wargo Asmoro. Selain hilang dan penyamaran yang berkali-kali itu, tentu membuat Raden Inu Kertapati sukar menemukannya. Secara makna, budaya Panji yang memiliki ragam kisah itu mengandung pesan politik yang merakyat, kesetiaan, dan keteguhan. Ceritanya juga menggambarkan kesetaraan gender dan kasih. "Saat Sekartaji nama lain Candrakirana menghilang dia jadi lelaki, dan cross gender sebagai Panji Semirang," ungkap pegiat dan peneliti seni, Purnawan Andra. "Saya memaknainya kalau isu cross gender yang sudah diangkat pada masanya." Ia mengungkapkan, bahwa kebudayaan Panji ini sangat tampak kemunculannya di masa-masa akhir Majapahit. Kendati demikian, budaya Panji itu ternyata tidak mutlak pada satu kejadian di masa lalu seperti penyatuan Kediri dan Jenggala. Melainkan ia tumbuh pada tempat dan waktu tertentu yang dapat dirujuk sebagai latar belakang kisahnya. Baca Juga Jejak Kelana Hikayat Romansa Panji Menantang Zaman Hingga ke Eropa Misal, dalam konteks Majapahit juga mempengaruhi kisahnya. Kisah cinta dua kerajaan itu dapat disangkut-pautkan dengan kisah Hayam Wuruk yang hendak menikahi Dyah Pitaloka dari Kerajaan Sunda. Pada segi tempat, pun segala tempat dapat berkreasi dan tak mutlak milik masyarakat Jawa Timur saja. Setiap tempat memiliki naskah, varian cerita, pemahaman dan pembahasaannya sendiri. "Kalau ditanya soal orisinil [versi] yang mana, semua orisinil," terang pegiat budaya Panji, Henri Nurcahyo. "Itu enggak ada satupun yang asli lalu diduplikat, cuma versi itu beda-beda lalu berkembang di daerah-daerah kemudian beradaptasi menyatu dengan budaya setempat." Varian ceritanya yang beragam, membuatnya alur ceritanya tak ada yang pasti. Ada yang menggunakan sudut pandang tokoh lelaki, ada pula yang perempuan. Tetapi yang jelas satu dari sekian kisah dari Panji, belum tentu dapat diterima oleh budaya daerah lainnya yang dipengaruhinya. Sebab "kreativitas dan persepsinya dari segi [budaya] masyarakat sebagai penikmat dan penulisnya, itu bisa berbeda dari daerah lain," terang Andra. Koleksi Tropenmuseum Lukisan Bali yang menggambarkan Pangeran Panji bertemu tiga perempuan di hutan. Itu pula alasan mengapa belum banyak cerita yang dapat diangkat lewat pengemasan seni lainnya. Selain karena ragam varian cerita, juga karena belum tentu sesuai dengan budaya dimana pengemasan itu berkembang. Henri dan Andra sepakat, bahwa budaya Panji yang berkembang pada masanya murni milik Asia Tenggara terlepas dari pengaruh budaya luar. Panji muncul dan berkutat ketika kisah Ramayana dan Mahabarata dari India menjadi populer di Asia Tenggara. Lagipula, Andra menambahkan, uniknya budaya Panji terletak pada posisi politik tokohnya yang tak terpusat seputar istana. Ia membandingkan dengan Mahabarata yang kisahnya berpusat pada urusan istana dengan kerajaan lain. "Okelah kalau dia [Inu Kertapati itu seorang] Pangeran-orang istana. Tapi dia hadir di masyarakat dengan beralih peran, mengembara, bertemu orang-orang, jadi dirinya sendiri, pemahat, sirkus, penari, jadi banci. Artinya cerita-cerita itu terjadi dari bawah, merakyat," papar Andra. Baca Juga Topeng Malang yang Tergerus Zaman Berkat tersebarnya budaya Panji yang ada di seluruh Asia Tenggara, memberikan makna tersendiri pada kacamata budaya dan sejarah. Melalui sisi budaya dapat dilihat betapa universalnya cerita itu pada masyarakat setempat. Ketika kisah itu menyatu dengan budaya masyarakat di suatu daerah, ia juga melahirkan tafsir yang beragam, seperti makna cinta dan filosofisnya. "Ketika dia [budaya Panji] berada di penghujung Majapahit, dia menyebar lagi karena pelarian masyarakat Hindu-Buddha," katanya. Dia menyebutkan dalam konteks sejarah budaya terdapat satu petunjuk bahwa tersebarnya Panji ialah lewat jalur perdagangan. Lewat pengangkutan rempah dari Nusantara, kisah itu masuk dalam jalurnya oleh masyarakat yang bermigrasi. Lalu tersebar ke negeri lainnya di Asia Tenggara. Adrian Vickers lewat buku Peradaban Pesisir Menuju Sejarah Budaya Asia Tenggara, kisah ini dianggap sebagai khazanah peradaban pesisir Asia Tenggara, sebagai akibat penyebaran lewat jalur perdagangan laut. Sosok Inu Kertapati juga terbawa seperti lafal nama "Inao" di kerajaan Ayuthayya kini Thailand. Raja Rama II, dalam Britannica, menganggap Inao ini adalah kisah tradisional dramatis yang populer di jiwa masyarakatnya lewat drama-tari seperti Sang Thong. Panji juga telah terbang melintasi samudera ke benua Eropa, lewat pementasannya di beberapa negara, seperti yang dilakukan peneliti budaya Lydia Kieven, bersama seniman Agus Bima Prayitna. Kieven dalam webinar Kelana Panji di Eropa juga mengakui, bila dirinya memperkenalkan Panji lewat berbagai ceramah pengenalan budaya di Eropa. Sedangkan secara naskah, budaya Panji banyak diarsipkan di University of Leiden yang dikoleksi sejak abad XVII. Sehingga, menurut Rogert Tol dari institusi itu, Panji cukup terkenal terutama di kalangan akademis dan pustakawan. Donny Fernando/National Geographic Indonesia Ki Pono Wiguno sedang membuat topeng tokoh Prabu Klono di kediamannya di Desa Diru Bantul, Yogyakarta. Dia seniman yang membuat topeng lakon khas Panji sejak 1971. Berawal dari kesenangannya mengikuti kakeknya bernama Ki Warso Waskito, keahlian membuat topeng diwariskan kepada Pono. Misinya begitu b Di Nusantara, kisah itu lebih sering dikemas dalam seni topeng dari berupa topeng hias di Jogja, hingga topeng kesenian raga sepeti yang kekhasan Cirebon. Seni topeng pun menjadi wadah pengemasan yang sangat identik dengan Panji. "Ini yang menarik, ciri khas Panji adalah topeng yang dipakai setiap tokoh-tokohnya yang mempunyai karakter tersendiri," ungkap Purnawan Andra ketika dihubungi. "Kesenian topeng itu lahir sebenarnya saling melengkapi dengan budaya panji." Baca Juga Kisah Nyata Kehidupan Pocahontas yang Tak Diungkap Film Animasi Disney Menghadapi zaman modern, bukanlah penghalang bagi budaya Panji, ungkap Eka Budianta, budayawan Panji dalam webinar Relevansi dan Aktualisasi Budaya Panji yang digelar Pusat Konservasi Budaya Panji. Eka menyebut justru kehadiran teknologi dan globalisasi bisa membantu pengemasannya agar lebih diterima masyarakat. Hingga saat ini ada banyak kemasan Panji melalui komik, manga, buku anak-anak, film, topeng, dan animasi. Untuk lagu pun budaya Panji juga bisa diterapkan lewat lantunan tradisional maupun popular seiring ia semakin membumi. "Bahkan seperti yang mas merujuk pada saya contohkan kalau Kirana dari Dewa 19, barangkali sebagai pendengarnya, itu pun cukup jika mau diacukan pada Candrakirana yang dihubungkan pada konteks pembahasan Panji," kata Andra saat dihubungi. "Tapi ya, kalau ngomongin motivasi sebenarnya lagu itu, sebaiknya ditanyakan juga ke Ahmad Dhani-nya," sarannya sambil terkekeh. Pengembangan varian dari segi cerita juga masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan saat ini ada pula cerita tentang Panji yang bernuansa perkotaan masa modern. Baca Juga Mengapa Semua Orang Membicarakan Club House? "Cerita dia di masa lalu itu visioner untuk masalah temporer. Misal Timun Mas yang melempar benih yang menjadi lumpur yang menenggelamkan raksasa, itu bisa saja dikaitkan dengan lumpur di Sidoarjo," Ia juga menyimpulkan, bila Panji bukanlah sekadar kisah dan legenda belaka. Tetapi karena luasnya cakupan, Panji lebih menyerupai budaya yang terus berkembang. Panji pun masih melanjutkan pengelanaannya sejak dulu hingga di masa mendatang. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
orang pintar di daerah kranji